Jakarta – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), meraih Excellence & Distinction Awards kategori Distinction in ESG Disclosure dalam ajang Investortrust ESG Awards 2026 pada Kamis, (29/10) di Jakarta. Penghargaan dari Investortrust.id ini mengapresiasi pentingnya transparansi pengungkapan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari akuntabilitas dan strategi keberlanjutan perusahaan.

Bagi MHU, pengungkapan ESG berkaitan erat dengan kinerja yang terukur, mulai dari pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat serta tata kelola program. Pendekatan ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memastikan bahwa komitmen keberlanjutan dapat dievaluasi dan dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan.

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat integrasi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional maupun program pemberdayaan masyarakat.

“Keberlanjutan harus tercermin dalam kinerja nyata sekaligus disampaikan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami terus berupaya memastikan bahwa inisiatif yang dijalankan memberikan dampak yang terukur, baik dalam pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, maupun penguatan kemandirian masyarakat,” ujar Kemal.

Dalam aspek lingkungan, MHU mencatat penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 41,34% pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total emisi sebesar 275.065,53 ton CO₂e. Dibandingkan baseline 2021, emisi Scope 1 turun 40,89%, melampaui target penurunan 8% yang ditetapkan untuk 2030.

Capaian tersebut didukung program HYDRUM untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar armada dump truck melalui teknologi hibrida, optimalisasi energi operasional, dan pemantauan idle time berbasis data melalui ITIMER. Pada 2024, reklamasi lahan pascatambang juga mencatat kontribusi penyerapan karbon sebesar 273.419 ton CO₂e berdasarkan perhitungan perusahaan. MHU turut mengembangkan inisiatif transisi teknologi melalui uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di Loa Kulu, Kutai Kartanegara.

Untuk mendukung akuntabilitas data lingkungan, MHU mengacu pada ISO 14064-1 dan IPCC Guidelines, serta melaporkan kinerja lingkungan melalui program PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. Perusahaan juga meraih Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026.

Pada aspek sosial, MHU menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui penguatan BUMDes Payang Sejahtera sejak 2017, omzet usaha meningkat dari Rp4,6 miliar pada 2019 menjadi Rp27,6 miliar pada 2023, dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,27.

MHU juga mengembangkan fasilitas air bersih berbasis pemanfaatan void pascatambang dan teknologi Pompa Hydram di Desa Sungai Payang. Infrastruktur dengan jaringan distribusi lebih dari 3,6 kilometer tersebut telah memberikan akses air bersih kepada 582 kepala keluarga. Sementara itu, Rumah Cokelat Lung Anai mendorong hilirisasi kakao yang meningkatkan pendapatan lebih dari 100 petani hingga lima kali lipat. Bersama pengembangan KUBE Koetai Harapan Utama, program-program tersebut mengantarkan MHU meraih Impactful Program Awards dalam Investortrust CSR Awards 2026.

Tata kelola menjadi fondasi pelaksanaan program tersebut. Kebijakan CSR MHU menyelaraskan program dengan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM), dilengkapi rencana kerja tahunan, indikator, pelibatan masyarakat termasuk masyarakat adat, serta monitoring dan evaluasi. Penguatan kapasitas pengelola BUMDes dan pengukuran SROI turut mendukung evaluasi manfaat program.

Sebagai bagian dari MMSGI, MHU terus mengembangkan pendekatan pertambangan yang mengintegrasikan prinsip Good Mining Practice dan ESG. Melalui penguatan transparansi, inovasi pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, perusahaan berupaya memastikan bahwa kinerja bisnis berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasional.