Jakarta – MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE) secara resmi menutup rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 melalui serah terima hasil program kepada Yayasan Syarif Hidayatullah di Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu (7/2). Program ini menegaskan komitmen MMSGI dalam pengembangan kapasitas murid melalui keterlibatan langsung karyawan sebagai relawan, sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkelanjutan.

Program CSR Bigger Dream dirancang sebagai inisiatif pemberdayaan pendidikan yang menekankan keterlibatan langsung karyawan sebagai relawan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas murid.

Sepanjang periode 2025 hingga awal 2026, Program Bigger Dream dilaksanakan melalui tiga fase yang saling terhubung. Fase pertama berfokus pada peningkatan fasilitas sekolah melalui proses penyelesaian renovasi dan pembersihan area sekolah dengan dukungan MMS Land, guna menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi murid dan tenaga pengajar.

Fase kedua menitikberatkan pada kegiatan volunteering karyawan MMSGI yang dirancang sesuai jenjang pendidikan murid. Pada tahap ini, karyawan MMSGI terlibat langsung sebagai fasilitator pembelajaran, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:

  • Sesi storytelling untuk murid SD, bertujuan menumbuhkan keberanian bermimpi, rasa percaya diri, dan kemampuan menyampaikan ide secara sederhana.
  • Kelas vision board untuk murid SMP, yang mengajak murid mengenali potensi diri, menetapkan tujuan pribadi, serta memvisualisasikan rencana masa depan secara terstruktur.
  • Pengenalan dasar perencanaan usaha untuk murid SMK, melalui pembelajaran Business Model Canvas, guna membangun pemahaman awal tentang pola berpikir kewirausahaan dan dunia kerja.

Fase ketiga menjadi tahap aktualisasi hasil pembelajaran, di mana murid mempresentasikan vision board, menampilkan karya seni, serta mengikuti bazar hasil karya dan rancangan usaha sederhana. Tahap ini dirancang untuk melatih keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, serta rasa percaya diri murid dalam menyampaikan gagasan.

Secara keseluruhan, program ini melibatkan 185 karyawan MMSGI yang berpartisipasi sebagai donatur dan relawan. Keterlibatan karyawan mencakup kegiatan renovasi sekolah, fasilitasi sesi pembelajaran, pendampingan murid, hingga dukungan logistik selama program berlangsung.

Melalui kolaborasi MMSGI dan Yayasan LINE, Program Bigger Dream Fase 3 berhasil merealisasikan renovasi 10 fasilitas sekolah, yang terdiri dari 8 ruang kelas dan 2 fasilitas sanitasi, guna mendukung proses belajar yang lebih sehat dan layak. Program ini memberikan manfaat langsung kepada 232 penerima manfaat, terdiri dari 207 murid lintas jenjang pendidikan dan 25 tenaga pengajar, serta dilengkapi dengan distribusi 232 tas sekolah dan alat tulis sebagai penunjang kegiatan belajar.

Total nilai donasi program mencapai sekitar Rp1 miliar, dengan Rp256.377.884 di antaranya berasal dari kontribusi sukarela karyawan MMSGI. Angka ini mencerminkan kuatnya budaya kepedulian sosial dan semangat kolaborasi di lingkungan perusahaan.

CEO MMSGI, Sendy Greti, menyampaikan bahwa Bigger Dream dirancang sebagai program CSR yang menempatkan penguatan kapasitas generasi muda sebagai investasi sosial jangka panjang.

“Bigger Dream tidak hanya menghadirkan perbaikan fasilitas, tetapi membuka ruang interaksi pembelajaran antara karyawan dan murid. Melalui kegiatan volunteering, kami ingin berbagi pengalaman, membangun kepercayaan diri anak-anak, serta membantu mereka berani menetapkan mimpi yang besar sejak dini,” ujar Sendy Greti.

Ketua Yayasan LINE, Muhammad Bihar, menambahkan bahwa pendekatan berbasis volunteering memperkuat dampak program secara berkelanjutan.

“Keterlibatan langsung relawan menjadi pembeda utama program ini. Murid tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan inspirasi yang membentuk cara berpikir dan motivasi mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ari Tri Handini, menilai bahwa program ini memberikan dampak nyata baik pada sarana pendidikan maupun pengembangan kapasitas peserta didik.

“Pendekatan pembelajaran melalui storytelling, vision board, dan pendampingan langsung sangat relevan bagi murid kami. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan mulai memahami potensi serta tujuan masa depannya,” ujarnya.

Ke depan, MMSGI bersama Yayasan LINE akan melanjutkan Program Bigger Dream dengan cakupan wilayah yang lebih luas, serta pendekatan volunteering berbasis keahlian yang semakin terstruktur. Program ini akan terus dikembangkan dengan menggabungkan dukungan fasilitas, pengayaan pembelajaran, dan keterlibatan relawan lintas disiplin.

Melalui Program Bigger Dream, MMSGI menegaskan komitmennya untuk Berdayakan Masa Depan melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, dengan keyakinan bahwa pembangunan kapasitas manusia dan lingkungan belajar yang layak harus berjalan beriringan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.