Balikpapan – PT Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha MMSGI, memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Momentum ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan kerja sebagai fondasi utama keberlanjutan operasional, khususnya dalam memasuki fase transisi menuju operasi komersial smelter nikel. Sejalan dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pembukaan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 yang menekankan bahwa keselamatan merupakan investasi strategis industri, MMP terus memperkuat sistem pengelolaan K3 sebagai bagian tak terpisahkan dari produktivitas, keandalan operasional, serta tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, sepanjang tahun 2025 MMP berhasil mencapai target utama K3, termasuk mempertahankan Zero Fatality di seluruh area operasional. Perusahaan juga mencatat capaian jam kerja aman yang signifikan dengan berhasil membukukan lebih dari 10 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI). Catatan ini mencerminkan konsistensi penerapan standar keselamatan yang disiplin dan menyeluruh di lingkungan smelter. Dengan rata-rata melibatkan sekitar 3.000 pekerja dan mitra kerja sepanjang tahun 2025, capaian ini menjadi bukti bahwa budaya keselamatan di MMP terus diperkuat melalui kolaborasi aktif seluruh insan kerja, pengawasan operasional yang ketat, serta peningkatan sistem manajemen risiko secara berkelanjutan.

Komitmen MMP dalam membangun ekosistem K3 yang profesional dan andal tidak hanya tercermin dalam kebijakan perusahaan, tetapi juga diwujudkan melalui penguatan budaya kerja aman, peningkatan kompetensi insan kerja, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di seluruh area operasional smelter. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk memastikan keselamatan menjadi bagian integral dari keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Totok Risantono Division Head Operation MMP menegaskan bahwa pengelolaan K3 merupakan investasi strategis yang mendukung keandalan operasional perusahaan ke depan. “Bagi MMP, K3 bukan sekadar kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan operasi smelter. Penguatan training, prosedur kerja, hingga sistem emergency response merupakan bagian dari langkah terukur kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing,”jelasnya.

Lebih lanjut, Totok menambahkan bahwa pencapaian keselamatan kerja yang telah diraih menjadi motivasi untuk terus memperkuat disiplin dan kepemimpinan keselamatan di seluruh lini operasional. “Kami terus berupaya mempertahankan pencapaian keselamatan kerja, termasuk target zero fatality, melalui penguatan budaya safety leadership dan disiplin prosedur di seluruh area kerja. Bulan K3 Nasional menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam memastikan operasional berjalan dengan aman dan andal,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kesiapsiagaan operasional, sepanjang tahun 2025 MMP secara bertahap telah melengkapi kapasitas tanggap darurat dengan personel dan fasilitas pendukung yang memadai. Perusahaan menyiagakan tim medis yang terdiri dari satu orang dokter dan lima paramedis yang beroperasi dalam dua shift, serta membentuk Tim Emergency Response yang beranggotakan delapan personel dan juga terbagi dalam dua shift untuk memastikan kesiapan penanganan kondisi darurat di area kerja.

Selain penguatan sumber daya manusia, MMP juga melakukan peningkatan sarana pendukung melalui pengadaan satu unit fire truck serta berbagai peralatan medis dan emergency yang relevan untuk kebutuhan operasional smelter. Dalam memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan, MMP turut menjalin kerja sama dengan Basarnas untuk penanganan keadaan darurat di wilayah perairan, BPBD Kota Balikpapan untuk respons darurat di darat, serta Rumah Sakit Pertamina Balikpapan sebagai rujukan penanganan lanjutan apabila diperlukan proses evakuasi maupun layanan medis lebih lanjut.

Memasuki tahun 2026, MMP melanjutkan komitmen tersebut dengan menetapkan sejumlah langkah improvement yang difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan keadaan darurat. Penguatan ini mencakup rencana pembangunan ruang medis dan emergency response yang lebih permanen dan representatif, optimalisasi fungsi seluruh fire hydrant serta sistem pencegahan kebakaran, pengadaan berbagai perangkat tambahan untuk mendukung respons cepat, hingga rencana penyediaan ambulance car sebagai bagian dari sistem evakuasi darurat yang lebih terintegrasi.

Seluruh inisiatif ini diperkuat dengan pembaruan prosedur kerja di masing-masing area, identifikasi bahaya dan risiko secara berkelanjutan, serta pelaksanaan audit Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) secara berkala. Dengan pendekatan yang terukur dan kolaboratif, MMP menegaskan bahwa pengelolaan K3 merupakan fondasi utama dalam membangun operasional smelter yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Dalam rangka Bulan K3 Nasional yang berlangsung pada 12 Januari–12 Februari 2026, MMP bersama mitra kerja membentuk kepanitiaan dan menyelenggarakan berbagai kegiatan internal yang bertujuan memperkuat awareness serta partisipasi aktif insan kerja dengan rangkaian kegiatan kolaboratif seperti kampanye SHE, olahraga, dan donor darah untuk meningkatkan awareness pekerja. Momentum ini memperkuat posisi MMP sebagai perusahaan yang mengedepankan lingkungan kerja aman dan berkelanjutan demi mendukung target industri nasional.